Hadiri Sedekah Bumi, Wabup : “Pertahankan Konservasi Dan Pertanian”

Kategori: 

KUNINGAN,- Sedekah Bumi, merupakan warisan budaya dan adat peninggalan leluhur terdahulu yang wajib dilestarikan bagi seluruh komponen masyarakat. Tradisi Sedekah Bumi, merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat yang sudah berlangsung secara turun temurun. Sedekah bumi, merupakan wujud rasa syukur manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rejeki melalui bumi berupa segala bentuk hasil bumi.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Kuningan H. M Ridho Suganda, SH., M.Si, saat menghadiri acara Sedekah Bumi, di area Pemakam Buyut Bakal, Desa Padarek, Kecamatan Kuningan, Minggu (26/12/2021) pagi.

“Alhamdulillah, pagi ini saya bisa hadir di tengah-tengah bapak/ibu sekalian untuk bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT pada acara Sedekah Bumi ini. Semoga, doa kita dikabulkan Allah dengan diberikan hasil pertanian yang melimpah,” ucapnya.

Dikatakan Wabup, sebagian lahan di Kabupaten Kuningan didominasi oleh hutan dan pertanian. Lebih dari separuh lahan yang ada di Kabupaten Kuningan merupakan lahan pertanian produktif. Artinya, lahan di Kabupaten Kuningan berpotensi menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Melihat hal tersebut, Wabup meyakini, Kabupaten Kuningan bisa menjadi sentra pangan, jika lahan pertaniannya dapat dikelola dengan baik.

“Salah satu cita-cita terbesar saya, adalah menjadikan Kabupaten Kuningan sebagai sentra pangan di Jawa Barat. Untuk itu saya berharap, Bapak/ibu dapat mengelola lahan pertaniannya dengan baik. Anak-anak muda juga jangan malu untuk menjadi petani, karena profesi sebagai petani adalah profesi yang sangat mulia dan menjanjikan,” ujar Wabup.

Selain pertanian, Wabup juga meminta masyarakat untuk tetap mempertahankan kelestarian alam dan lingkungan, karena menurutnya, alam merupakan sumber kehidupan bagi manusia.

“Pemerintah Kabupaten Kuningan telah berkomitmen menjadikan Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi. Untuk itu, mari kita pertahankan konservasi dan pertanian sebagai sumber kehidupan kita semua,” ajaknya.

Sementara, Kepala Desa Padarek Yoyo Supriadiningrat mengemukakan, acara Sedekah Bumi, merupakan agenda rutin tahunan Pemdes dan masyarakat, yang dilaksanakan menjelang musim tanam padi.

Dijelaskannya, Sedekah Bumi merupakan tradisi masyarakat yang dilakukan secara turun-temurun dari nenek moyang selama puluhan tahun.

“Tradisi sedekah bumi ini salah satu peninggalan leluhur dalam rangka mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan berupa hasil pertanian. Sekaligus sebagai upaya kami, dalam menjalin silaturahmi diantara masyarakat Desa Padarek,” terang Yoyo.

Selanjutnya Yoyo berharap, tradisi Sedekah Bumi dapat terus dilestarikan oleh masyarakat karena merupakan salah satu budaya lokal peninggalan leluhur. “Tradisi ini, juga sekaligus sebagai bentuk edukasi kepada generasi muda tentang budaya lokal yang ada. Yang memang syarat dengan unsur-unsur ke gotong-royongan, persatuan, dan rasa syukur,” pungkasnya.

Hadir pada acara tersebut, Sekmat Kuningan, Kepala Desa Padarek Terpilih Nana, Babinsa dan Babinkamtibmas, jajaran perangkat desa, BPD, LPM, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kader TP PKK Desa Padarek, serta masyarakat setempat. (BID IKP/DISKOMINFO)

Share