Hari Jadi HMKI Ke-22, Ciptakan Generasi Unggul

Kategori: 

Kuningan ,- Bupati Kuningan H. Acep Purnama., SH., MH hadiri Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Kuningan Indonesia (HMKI) ke-22 dan Talks Show Pendidikan secara vitual melalui Video Conference Zoom Meeting, Minggu (31/1/2021).

Dalam video conference, Bupati mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang tergabung dalam wadah himpunan Mahasiswa Kuningan Indonesia yang saat ini sedang melaksanakan Dies Natalis yang ke-22, semoga diusia yang sudah tidak muda lagi HMKI mampu menjadi lebih matang dalam berbagai hal, serta dapat menjadi mitra Pemerintah Daerah dalam melakukan perubahan kearah yang lebih baik.

”Mahasiswa merupakan generasi penerus dan kader pemimpin yang akan meneruskan perjuangan bangsa, karena hakikat seorang pemimpin harus memiliki pandangan jauh ke depan, artinya dalam kiprah pembangunan bangsa dan negara ini saudara harus bekerja keras, profesional, memiliki loyalitas tinggi, memegang teguh kejujuran, mampu melihat berbagai interaksi dan mengambil posisi, sikap serta pandangan yang tepat dan akurat.” ungkap Bupati.

Ia juga menegaskan bahwa, sebagai calon lulusan perguruan tinggi, sudah tidak masanya lagi menjadi pelamar kerja, tetapi harus mampu menjadi penyedia lapangan pekerjaan atau pengusaha atau istilah kekiniannya adalah entrepreneur (wirausahawan).

“Kemajuan suatu negara tergantung dari jumlah entrepreneur, karena syarat negara maju adalah harus ada minimal 2% wirausahawan dari total jumlah penduduknya.” tambahnya.

Maka dari itu peran mahasiswa dalam masyarakat itu sangat penting yang dikenal sebagai agent of change (agen perubahan). Karena mahasiswa merupakan penggerak perubahan ke arah yang lebih baik, melalui pengetahuan, ide, dan keterampilan yang dimiliki serta dapat  menjadi lokomotif kemajuan.

“Banyak contoh peran mahasiswa sebagai agent of change, seperti ketika orde baru tumbang di tahun 1998 lalu, gerakan tersebut dimotori mahasiswa. Mahasiswa sadar ada hal yang tidak beres dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga kemudian melakukan gerakan yang menuntut perubahan. Dengan dukungan masyarakat, gerakan tersebut akhirnya berhasil dan melahirkan orde reformasi.” ujar Bupati.

Peran sebagai agen perubahan tak hanya dalam sosial politik, banyak juga mahasiswa yang bergerak sebagai penggerak ekonomi sekitar misalnya dengan memproduksi sebuah produk dan akhirnya bisa menyerap banyak tenaga kerja.

“kata kunci dari agent of change adanya tekad untuk bergerak menjadi lebih baik. Hal inilah yang seharusnya selalu ditanamkan oleh mahasiswa baru ketika mulai berkuliah, serta percayalah yang abadi hanyalah perubahan, dan mahasiswa merupakan penggeraknya.” pungkas Bupati. (BID/IKP/DISKOMINFO)

 

Share