Kantah Kab. Kuningan Targetkan 7500 Bidang Tanah Untuk Prona Tahun 2015

Kategori: 
Kasubag TU BPN Kuningan

Sebagai upaya membantu masyarakat dalam mendapatkan sertifikat tanah, Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Kuningan menyiapkan 2.750 persil sertifikat melalui program Proyek Nasional (Prona). Demikian diungkapkan Kepala Sub. Bagian Tata Usaha Kantor Pertanahan Kabupaten Kuningan, H. Iswandi Sudrajat, SH, Senin (02/02/2015) kepada Info Kuningan di ruang kerjanya. Selanjutnya, H. Iswandi Sudrajat, SH yang didampingi Kasi HTPT Kantor Pertanahan Kabupaten Kuningan, Sumartono, A.Ptnh, menjelaskan, untuk Prona 2015 akan disebar di 21 desa dan 11 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Kuningan, hal tersebut ditetapkan setelah melalui tahapan seleksi berdasarkan permintaan atau minat masyarakat serta kesiapan dalam kelengkapan berkasnya.
 

“ Untuk Prona 2015, kami telah menargetkan sebanyak 2.750 bidang tanah, lebih banyak dari tahun sebelumnya yakni 2.700 yang diperuntukan bagi 21 desa dan 11 kecamatan setelah melalui seleksi berdasarkan minat masyarakat untuk mensertifikatkan tanahnya serta kesiapan dalam kelengkapan berkasnya,” ujar Iswandi.
 

Masih menurut H. Iswandi, tidak semua masyarakat bisa mengikuti program Prona, melainkan ada persyaratan khusus antara lain, masyarakat berpenghasilan rendah, luas tanah di bawah 500 meter, tanah adalah hak milik adat bukan tanah negara serta permohonan sertifikasi merupakan permohonan sertifikasi tanah untuk pertama kalinya.
 

Ketika ditanya masalah biaya, H. Iswandi menjelaskan bahwa, ketika berkas permohonan dari masyarakat lengkap dan masuk di Bagian Pendaftaran Kantor Pertanahan Kab. Kuningan, maka pembiayaannya ditanggung oleh negara.
 

“ Prona itu tidak gratis, tapi dibiayai oleh negara. Itu pun dimulai saat berkas permohonan dari pemohon atau masyarakat sudah lengkap ketika masuk di Bagian Pendaftaran Kantor Pertanahan. Bila pun ada biaya selama melengkapi berkas pertanahan seperti pembuatan akta, materai dll maka pembiayaannya ditanggung oleh pemohon masing-masing.”
 

Sementara itu, menurut Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah (HTPT), Sumartono, A.Ptnh, sejak Indonesia merdeka sampai dengan saat ini, proses sertifikasi tanah di Kabupaten Kuningan baru mencapai angka 8%. Untuk mencapai angka 100% diperlukan waktu selama ratusan tahun. Namun Sumartono berharap, waktu yang begitu panjang bisa diatasi bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan dengan ikut ambil bagian membantu masyarakat dalam proses sertifikasi tanah.
 

“ Saya berharap, pemerintah daerah bisa bersama-sama dengan kami mempercepat proses sertifikasi tanah yang ada di Kabupaten Kuningan. Jika pemerintah pusat membantu masyarakat melalui Prona, maka pemerintah daerah bisa melalui Proda atau program-program lainnya,” imbuh Sumartono.
 

Sumartono juga menghimbau, untuk masyarakat yang akan mensertifikatkan tanahnya, agar datang langsung ke Kantor Pertanahan Kabupaten Kuningan tanpa mewakilkan, demi menghindari biaya besar yang diakibatkan calo. ( Sumber : Yudi/Bidkom Diskominfo Kuningan ).

Share