Kuningan-Cirebon Tandatangani Kerja Sama Pengelolaan Air

KUNINGAN- Kerja sama pengelolaan air antara Pemkab Kuningan dengan  Pemkot  Cirebon  akhirnya menemukan titik kesepakatan yang ditandai dengan pendatangan kerjasama oleh Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH.,MH dan Walikota Cirebon Drs. Nasrudin Azis, S.H. di Kuningan,  Sabtu (18/9/2021) malam.

Sekda Kuningan  Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.SI mengatakan, Perjanjian Kerjasama  Pengelolaan Sumber Mata Air  Desa Paniis Kecamatan Pasawahan dengan Nomor : PKS/46/2021, Nomor : 690/PKS.48-EKONSDA/2021. Didalamnya Pemkot Cirebon memberikan dana kompensasi kepada Pemkab Kuningan  sebesar Rp.206 /meter kubik terhitung dari tanggal 1 Juli 2021, setelah dikurangi toleransi kebocoran sebesar 20 % yang terhitung dari besaran debit air baku. Untuk masa waktu evaluasi bersama  dilakukan paling lama 3 (tiga) tahun sekali.

“Untuk toleransi tingkat kebocoran kita masih berharap bisa mencapai 15% terhitung Januari 2022.  Dan mengusulkan  perubahan tarif sebesar Rp. 300/meter kubik yang akan diberlakukan per tanggal 1 Januari 2022,”sebutnya didampingi   H. Deni Erlanda, SE, M.Si, Direktur PAM Tirta Kamuning, dan Pejabat Pemkab lainnya.

Sementara Bupati Kuningan menuturkan, apa yang kita lakukan malam ini,  intinya kita ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Bagaimanapun Masyarakat Cirebon juga bagian dari Kuningan yang  merupakan  bagian yang tidak terpisahan dengan NKRI.

“Kuningan sebagai  wilayah yang dianugerahkan  memiliki mata air tentu berkewajiban untuk menjaga, memelihara dengan melakukan penghijauan di wilayah Paniis dan  sekitarnya  agar debit air tidak berkurang. Tentu hal ini perlu kita perhatikan bersama,”harapnya.

Sehari sebelumnya, Bupati Kuningan  bersama dengan Badan Taman Nasional Gunung Ciremai melihat situasi diwilayah sekitar Paniis dengan melakukan perjalanan ke Karangdingding, dengan menelusuri jalan lewat  Desa Setia Negara, Lambosir. Dan jalur keluarnya  lewat Desa Paniis. “Kondisinya wilayah ini perlu penanganan penghijauan, adapun luas wilayahnya mencapai 2000ha. Termasuk antisipasi bahaya pembakaran,”ungkapnya.

Sebelum pendatanganan Wali Kota Cirebon Drs. Nasrudin Azis, S.H, menerangkan, ada bagian yang harus kita perhitungkan, tentang apa yang menjadi persoalan Kuningan  tentang air ini. Sama persis dengan apa yang kami  alami. Cuma perbedaanya di Kuningan sumber airnya kalau di Cirebon sebagian besar penggunanya.

Ditempat yang sama Wali Kota Cirebon, meminta, kepada Sekda Cirebon,  Direktur PDAM Cirebon dan jajarannya yang turut mendampingi, untuk dipikirkan bersama  bagaimana  kita bisa berkontribusi untuk Kuningan  dalam pemeliharaan, penanganan  dan lainnya. Untuk kebaikan kita bersama. Karena apa yang kita sepakati  akan berdampak baik  kepada masyarakat  kita masing-masing.

“Mari kita bikin konsep yang terbaik, yang sekiranya bisa diterima oleh masyarakat kota Cirebon dan bisa membantu Kabupaten Kuningan untuk melakukan hal  yang Pak Bupati sampaikan secara maksimal,”katanya.

Walikota Cirebon mengatakan, apa yang disepakati ini kita akan siap menandatangani. Adapun didalamnya tentang masalah kebocoran dan sebagainya yang sudah sesuai isi kesepakatan akan-ada tahapan-tahapan lagi. Karena kita hakekatnya mengurus rakyat didepan forum ini.

Walikota Cirebon menyampaikan terima kasih dari rundingan demi rundingan akhirnya hari ini bisa dilakukan penandatanganan kerjasama. Semoga Allah memberikan yang terbaik. “Insya Allah yang menjadi persoalan Kuningan menjadi bagian persoalan yang juga harus kami pikirkan karena tadi, jika di hulunya bermasalah ya dihilirnya pun pasti akan menerima dampak,”ungkapnya. Penandatangan ini disaksikan juga oleh Irjen Pol Dr. Agung Makbul, Drs., SH., MH. Staf Ahli Menkopolhukam Bidang Ideologi dan Konstitusi. (IKP/DISKOMINFO)

Share