Mimbar Sarasehan, Pertemukan Wakil Petani Dengan Pemerintah

Sarasehan Kontak Tani Nelayan Andalan

Mimbar sarasehan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang digelar, Rabu (10/12/2014) di Balai Benih Padi Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kuningan merupakan forum yang mempertemukan wakil petani dengan pemerintah, forum tersebut dipandang cukup strategis demi terlaksananya program-program pemerintah di sektor pertanian. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kuningan, Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Drs. Ucu Suryana, M.Si, Kepala BP4K, Ir. Hj. Triastami, Ketua KTNA, Oyo Sukarya, serta undangan lainnya. Ketua KTNA, Oyo Sukarya, mengatakan forum ini cukup strategis dalam upaya konsultasi para petani dengan pemerintah terkait pelaksanaan program-program yang digulirkan pemerintah terutama sektor pertanian.
 

“ Dari hasil mimbar sarasehan KTNA ini diharapkan muncul identifikasi permasalahan dari pihak pemerintah untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi petani, dan pada gilirannya mampu menghadirkan kesepakatan-kesepakatan serta kesepahaman dalam pelaksanaan program di sektor pertanian,” ujarnya.
 

Sementara Itu Bupati Kuningan, Hj. Utje Ch Suganda, S.Sos, M.A.P., mengakui Kuningan sebagai penyangga pertanian, peternakan, dan perkebunan menjadi suatu keharusan untuk selalu dipertahankan. “ Banyak keberhasilan menggembirakan, Kuningan telah surplus beberapa komoditi sektor pertanian dan peternakan. Seperti surplus beras, ubi jalar, susu sapi, daging dan telur ayam,” ujarnya.
 

Namun menurutnya, tidak sedikit juga permasalahan-permasalahan yang dihadapi petani dalam mengembangkan hasil-hasil pertanian untuk itu mimbar sarasehan KTNA ini penting untuk terus diselenggarakan dalam upaya mengatasi semua kendala tersebut.
 

“ Apapun langkah kongkrit sangat diperlukan demi memacu pembangunan sektor perumpunan pertanian. Sehingga berperan dalam menanggulangi perekonomian, sekaligus membantu mengentaskan penduduk miskin,” katanya.
 

Lebih lanjut, Beliau menuturkan, usaha sektor pertanian masih dihadapkan pada keadaan alam dan kondisi lingkungan yang kadang tidak menentu. Seperti perubahan iklim, tingkat ekplosifnya, tingkat gangguan, serangan hama dan penyakit tanaman.
 

Kendala lain, cukup tingginya permintaan lahan di luar sektor pertanian. Sehingga berpengaruh terhadap konsistensi pengelolaan lahan untuk usaha di sektor pertanian. “ Tapi kita sudah membuat perda tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan,” tandasnya.
 

Kemudian muncul juga kendala ketaatan petani dalam penerapan teknologi yang di rekomendasikan dari hasil-hasil penelitian masih sangat kurang. atau belum konsisten dan belum merata juga belum terbangunnya kelembagaan petani yang kuat dan mandiri. Kondisinya masih bersifat ketergantungan pada fasilitas pemerintah.
 

“ Saya ingin agrowisata atau wisata berbasis pertanian bisa direspon dan dikemas secara sinergi dengan berbagai pihak. Mengingat sumber daya alam kita cukup memadai untuk diciptakan lapangan usaha,” kata Bupati. ( Sumber : Ben, Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan ).

Sarasehan Kontak Tani Nelayan Andalan
Sarasehan Kontak Tani Nelayan Andalan
Share