Pekan Seni Budaya Antar Kecamatan se-Kabupaten Kuningan

Kategori: 

Arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nampaknya cukup berpengaruh terhadap tatanan budaya khususnya pada pertumbuhan kesenian tradisional yang ada ditanah pasundan, sebagai upaya untuk membangkitkan rasa memiliki akan keadiluhungan kesenian tradisional, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan Pekan Seni Budaya antar Kecamatan se-Kabupaten Kuningan, bertempat di Gedung Kesenian Raksa Wacana Kuningan, Senin (19/05) diadakan beberapa kegiatan yaitu Workshop dan Pagelaran Seni dan Budaya Tingkat Kecamatan/Desa se-Kabupaten Kuningan tahun 2014 dengan tema “Ngokolakeun Seni Tradisi Pikeun Ngaronjatkeun Kapariwisataan Kabupaten Kuningan”.

Kegiatan yang melibatkan peserta para pelajar SMA se-Kabupaten Kuningan ini dikemas secara unik dan kental dengan seni tradisi dengan menampilkan tarian-tarian, kidung dan pagelaran wayang golek yang dibawakan dengan apik oleh perwakilan dari siswa/siswi SMA yang ada di Kuningan. Hadir pula para seniman dan budayawan Kuningan, dimana para pelajar tersebutpun tidak hanya dapat menyaksikan berbagai pagelaran seni tetapi juga mendapatkan materi tentang wayang dan dalang dari Ketua PEPADI Kab. Kuningan, Djojo Hamzah HS.
Dalam laporannya Ketua Panitia Kegiatan, Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kuningan menjelaskan, dimana sasaran kegiatan adalah para pelaku seni se-Kabupaten Kuningan dengan tujuan sebagai ajang kreatifitas para seniman-seniwati dalam membuat karya seni, sebagai tolak ukur kepedulian generasi muda khususnya para remaja terhadap perkembangan kesenian tradisional saat ini dan menumbuhkan kembali rasa memiliki dan kebanggaan terhadap seni budaya lokal (khususnya seni tradisi yang ada di masing-masing kecamatan) serta menjadikan seni dan budaya sebagai salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Kuningan. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari mulai dari tanggal 19-21 Mei 2014.
Sementara itu Bupati Kuningan dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kuningan, Drs. Teddy Suminar, M.Si, mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan tersebut karena telah berupaya untuk menghidupkan kembali ragam kesenian tradisional yang ada di masyarakat yang saat ini bisa dikatakan dalam istilah bahasa sunda yaitu “hirup teu neut paeh teu hos”, yang dikarenakan pengaruh era globalisasi yang tumbuh dimasyarakat. Dengan kegiatan-kegiatan seperti ini tentu merupakan hal yang sangat penting guna mendorong dan meningkatkan serta menghidupkan kembali seni budaya yang ada agar masyarakat lebih semangat dalam melestarikan kesenian tradisional yang sudah tergeser oleh budaya asing saat ini, dan diharapkan agar kesenian yang ada dapat tumbuh dan memiliki daya jual dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata di Kabupaten Kuningan. Dalam kegiatan tersebut Teddy pun lebih lanjut mengatakan, kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk melestarikan kesenian tradisonal yang ada dan sekaligus memperkenalkan kepada generasi muda karena itu dilibatkanlah para pelajar SMA se-Kab. Kuningan yang diberikan pengetahuan mengenai wayang dan dalang agar mereka mencintai kesenian tersebut, serta ingin melihat sejauh mana keberadaan kesenian tradisional yang ada dimasyarakat/kecamatan. Pihaknya merasa bangga karena ternyata dari 32 kecamatan yang ada di Kuningan bisa menampilkan kesenian yang mereka miliki dalam pagelaran ini. ( Sumber : Mey, Bidang Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kuningan ).

Share