Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, TPID Kuningan Gelar Rakor High Level Meeting

Kategori: 

KUNINGAN-Dalam rangka memperkuat strategy Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda bekerja sama dengan BI Cirebon dan OJK Cirebon menggelar  High Level Meeting (HLM)  Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Kabupaten Kuningan,

Acara ini dihadiri  Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Barat (Hadir Secara Virtual), Kepala Perwakilan BI Cirebon dan Kepala OJK Cirebon, Para Kepala SKPD Anggota TPID dan TP2DD Kab. Kuningan, Kepala BPS Kab. Kuningan, Direktur Utama PT. Agro Jabar (Hadir Secara Virtual), Direktur Perumda Bank Kuningan, dan Para Ketua Gapoktan Dan Poktan, bertempat di Prima Resort, Rabu (8/12/2021).

Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, MH, menyebutkan berdasarkan data dari BPS, pada tahun 2020 Kabupaten Kuningan masih mengalami pertumbuhan ekonomi positif, yaitu sebesar 0,09%, dengan salah satu kontributornya adalah bidang usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yang masih mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 0,47%.

Upaya pengendalian inflasi tahun 2021 ini, dikatakan Bupati Kuningan sesuai arahan Presiden RI pada Rakornas TPID, terdapat 3 poin utama yang harus dilakukan, yaitu menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga utamanya bahan pokok.

“Melanjutkan upaya yang tidak hanya fokus pada stabilitas harga, tetapi juga proaktif mendorong sektor ekonomi yang tumbuh makin produktif, dan memanfaatkan momentum pandemi covid-19 untuk meningkatkan nilai tambah di sektor pertanian,”ungkapnya.

Untuk itu, Bupati Kuningan, mengatakan bahwa  pangan menjadi salah satu fokus utama dalam pengendalian inflasi, sekaligus upaya percepatan pemulihan ekonomi saat pandemi ini, yang diharapkan dapat membantu menjaga bahkan meningkatkan daya beli masyarakat.

Dijelasknnya, Kabupaten Kuningan yang dianugerahi bentang alam yang luar biasa, salah satunya mempunyai hamparan lahan pertanian sawah dan bukan sawah dengan total luas ± 91.847 ha. Bahkwan Kuningan mengalami surplus produksi gabah sebesar 182.475 ton di tahun 2020.

“Selain padi, memiliki juga  6 komoditas pertanian yang setiap tahunnya melebihi target produksi, di antaranya padi, jagung pipil, ubi jalar, daun bawang, bawang merah dan cabe rawit,”

Melalui HLM ini, Bupati mengharapkan, TPID Kabupaten Kuningan bisa memfasilitasi menjalin kesepakatan dan komitmen bersama antara kelompok tani dengan PT. Agro Jabar, yang didorong oleh biro perekonomian setda Provinsi Jawa Barat, untuk membantu menyerap hasil-hasil pertanian di Kabupaten Kuningan, utamanya pada            6 komoditas tadi yang setiap tahun produksinya berlebih.

“Begitu juga akan dorong PERUMDA Bank Kuningan untuk memprioritaskan kelompok tani tersebut untuk mendapatkan suntikan modal, terserah dengan pola pinjaman lunak ataupun kerjasama bagi hasil,”harapnya.

Dalam kesempatan itu Wakil Bupati Kuningan H. Ridho Suganda, SH.  menyampaikan  mengapa pengendalian inflasi perlu dilakukan, Dia menjelaskan, karena dampak inflasi dapat menyebabkan penurunan daya beli masyarakat, menaikkan angka kemiskinan, menghambat investasi/menurunkan daya saing daerah, dan menurunkan besaran jumlah dana insentif daerah (DID).

“Melalui HLM  ini, seluruh SKPD  yang terkait untuk melakukan koordinasi dan kolaborasi menyusun program dan kegiatan multiguna, yang dapat memberikan solusi dalam  pengendalian inflasi, peningkatan sektor produktif, dan peningkatan daya beli masyarakat yang pada akhirnya akan bermuara pada penanggulangan kemiskinan secara makro,”ungkapnya.

Dalam penanganan kemiskinan, Wabup Kuningan mengatakan, Kuningan notabenenya  merupakan daerah pegunungan dan agraris, tentu solusi penanggulangan kemiskinan bertumpu pada karakteristik ataupun sektor real unggulan yang berupa pertanian, sehingga pertanianlah salah satu faktor ataupun daya ungkit ekonomi di Kab. Kuningan. (IKP/DISKOMINFO)

Share