Persiapan Vaksinasi Covid-19, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Laksanakan Rapat Koordinasi

Kategori: 

Kuningan ,- Sebagai Bentuk Dukungan dan upaya pencegahan penyebaran covid-19, sesuai kebijakan pemerintah pusat, dalam waktu dekat ini Pemerintah Kabupaten Kuningan akan melakukan Vaksinasi Covid-19.

Berkaitan dengan itu, Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dimana diketuai oleh Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH.,MH menggelar rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kuningan bertempat di Ruang Linggarjati Kuningan (26/1/12).

Dalam arahannya bupati menyampaikan, kepada semua penyelengara layanan kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan dokter untuk memberikan pelayanan yang maksimal, apalagi kalau berbicara masalah terindikasi covid-19 tolong untuk dilayani.

“terkait dengan vaksin rencananya hari kamis 28 Januari 2021 akan launching dan memulai pelaksanaan imunisasi penyuntikan vaksin anti covid-19. untuk Kuningan mendapatkan 7.720 Vaksin untuk dua kali penyuntikan, dengan jarak 14 hari.” ujar Bupati.

Untuk sasaran pertama tersebut sekaligus untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat Kabupaten Kuningan bahwa vaksin aman. Secara pribadi Bupati siap untuk di vaksin tetapi secara anilisis kesehatan dan usia tidak di anjurkan untuk melaksanakan vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Dr. Hj. Susi Lusiyanti, MM. menyampaikan bahwa, untuk Lauching  Vaksinasi perdana akan di laksanakan di Puskesmas Garawangi, rencana vaksinasi perdana  ini akan di lakukan secara simbolis kepada 10 orang VVIP diantaranya Wakil Bupati, Kapolres, Dandim, Kepala Pengadilan Negeri, Perwakilan MUI, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Kepala Kemenag Kabupaten Kuningan, dan Perwakilan DPRD.  Vaksinasi perdana ini bertujuan untuk memberi teladan kepada masyarakat bahwa vaksin ini aman

”Penyuntikan Vaksinasi pertama kepada 10 orang VVIP ini bertujuan untuk memberi contoh kepada masyarakat bahwa vaksin aman dan masyarakat tidak takut untuk di vaksin,  vaksinasi ini akan berlangsung selama 1 tahun sampai Maret 2022.” Ujar Dinas Kesehatan Dr. Hj. Susi Lusiyanti, MM.

Untuk rencana vaksinasi yang tercatat dari data Nakes dari SISDMK berjumlah 4.187 sasaran (yang sudah punya E-ticket), tahap pertama akan dilaksanakan sebanyak 3.860 sasaran, dengan begitu terdapat 327 sasaran yang belum di vaksin pada tahap pertama.

“awalnya, sasaran didapat dari sistem satu data vaksinasi covid-19 yang akan terhubung dengan Web pedulilindungi dimana sasaran akan mendapatkan SMS Blast untuk menentukan tempat dan jam pelayanan, tapi kemudian pada pelaksanaannya terjadi banyak kendala sehingga data dikirimkan secara manual ke Dinas Kesehatan masing-masing kota/kabupaten).” Tutur Susi.

Lanjutnya, dr Susi menjelaskan data sasaran diperoleh dari data SISDMK, yang sudah memiliki e-ticket akan melaksanakan vaksinasi ditempat kerja masing-masing. Dan yang belum terdaftar di SISDMK untuk mengajukan secara berjenjang melalui seksi SDMK Dinkes.

Menurut keterangan dr. Susi vaksin akan datang Hari rabu 27 Januari 2021, Serta terdapat 50 Fasilitas Pelayan Kesehatan (Fasyankes) yang terdaftar dalam PCare dan sudah tertuang dalam SK yang ditandatangani oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan terdiri dari 37 Puskesmas, 1 Klinik Polres Kuningan, 1 klinik Kodim Kuningan, 1 Klinik Swasta Mitra Husada, 2 RSUD, dan 8 Rs Swasta.

Tenaga Nakes yang sudah dilatih berjumlah 41 orang, di antaranya 37 Orang Koordinator Imunisasi Puskesmas, 2 Orang dari RSUD 45 Kuningan (Dokter dan Perawat), 2 Orang dari RSUD Linggarjati (Dokter dan Perawat). Untuk tenaga nakes yang akan dilatih sebagai Vaksinator terdapat 270 orang.

Dr. Deni Mustafa menambahkan bahwa, vaksin dilaksanakan dua kali, karena apabila dilakukan hanya sekali akan timbul anti body hanya 50% sampai 60%, seharusnya anti body itu timbul sampai 95% dan itu harus dilakukan vaksin sebanyak 2 kali dengan jarak waktu 14 -21 hari dan jenis vaksin yang di suntikan sama yaitu vaksin Sinovac.

Dalam kesempatan ini juga Kapolres Kuningan AKBP Doffie F. Sanjaya menghimbau untuk orang agar mematuhi protokol kesehatan dan meminta kesadaran masyarakat agar lebih aware terhadap kesehatan dan keselamatan orang-orang yang disayangi. Apabila masyarakat yang tetap tidak bisa mematuhi atau melanggar protokol kesehatan maka akan diberikan  sanksi, baik  denda ataupun pidana.

“Kami terus melakukan Operasi Yustisi 3 hari sekali untuk memperkecil dan mengurangi penyebaran virus Covid-19. Serta kami berharap untuk kesadaran semua pihak agar tetap menjaga kesehatan, kebersihan, dan taat pada aturan pemerintah agar Covid-19 ini segera selesai.” Ungkap Kapolres Kuningan.

Kalak BPBD Indra Bayu juga menjelaskan, terkait rumah sakit rujukan atau rumah sakit yang menjadi penanganan Covid-19  untuk menginformasikan pada satgas Covid-19  apabila ada pasien covid-19 yang meninggal. Karena jika tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan keresahan serta penolakan dari masyarakat.

 “Apabila diperlukan sarana dan prasarana kita siap memfasilitasi, pengawalan dan mengadakan pelatihan untuk penguburan  pasien  Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.” Tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Kyai Endang sebagai perwakilan dari MUI akan ikut juga berpartisipasi aktif dalam sosialisasi pencegahan covid-19 dan mendukung vaksinasi covid.

Hadir dalam rapat persiapan vaksi tersebut Ketua DPRD, Nuzul Rachdi, SE. , Kapolres Kuningan AKPB Doffie F. Sanjaya , Dandim 0615 Kuningan Letkol CZi David Nainggolan, Ketua PN Febri Purnamavita SH.,MH. , Kalak BPBD Indra Bayu, Kasi Intelijen Kejari Kuningan Mahardika Rahman, SH., MH. , dan Wakil Ketua MUI Kyai Endang (BID/IKP/DISKOMINFO)

Share