UMKM Akan Menjadi Solusi Untuk Stabilitas Ekonomi Berkelanjutan

Kategori: 

Kuningan,- Focus Grup Discussion Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Kuningan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M. Si. Rabu, (29/9/2021) di Lembah Ciremai dengan peserta Unsur tim pengendali inflasi daerah Kabupaten Kuningan, Kelompok warga tani, kelompok tani dan para penyuluh pertanian Kabupaten Kuningan

Dalam kesempatan ini, Sekda menyampaikan, untuk menggerakkan ekonomi Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten Kuningan telah menggelontorkan berbagai stimulus bagi masyarakat termasuk UMKM, berbagai bantuan sosial masyarakat, fasilitasi perbankan, bantuan UMKM, dan stimulus lainnya disalurkan agar tercipta stabilitas ekonomi berkelanjutan.

“Oleh karena itu, UMKM harus menghasilkan produk pangan yang menjadi salah satu kekuatan utama kita serta harus mampu menjadi solusi setidaknya dapat menjaga daya beli masyarakat dan ketersediaan pangan agar tercipta stabilitas ekonomi berkelanjutan,” tuturnya.

Kemudian, pihaknya berharap, hasil dari FGD ini nantinya dapat diimplementasikan oleh perangkat daerah sektor ekonomi dengan lebih detail dan teknis ke tingkat program dan kegiatan dengan outputnya adalah masyarakat dapat merasakan pemulihan ekonomi.

“Kepada seluruh peserta diharapkan mampu saling bertukar pikiran yang nantinya menghasilkan saran tindak ataupun solusi yang bersifat multifungsi sebagai solusi dalam pengendalian inflasi sekaligus pemulihan ekonomi Kabupaten Kuningan,” ujarnya.

Kabupaten Kuningan, kata Sekda, telah memiliki Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang salah satu fungsinya untuk menjamin stabilitas keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan barang terutama kebutuhan pokok, yang pada akhirnya akan membantu menjaga tingkat inflasi tetap di angka yang proporsional.

“Alhamdulillah Kabupaten Kuningan yang dianugerahi bentang alam yang luar biasa, salah satunya mempunyai hamparan lahan pertanian sawah. Bahkan pada tahun 2020, Kabupaten Kuningan mengalami surplus produksi gabah sebesar 182.475 ton. Artinya, ini merupakan salah satu potensi utama yang harus kita optimalkan sehingga menjadi faktor utama daya ungkit bagi perekonomian daerah Kabupaten Kuningan,” tuturnya.

Sementara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kuningan, Dr. Deni Hamdani menyampaikan, kegiatan ini untuk pengendalian inflasi daerah ditengah pandemi covid-19 melalui upaya penguatan ketahanan pangan di daerah.

“Semoga dengan kegiatan ini kita dapat mempererat hubungan antar peserta melalui interaksi pada saat forum berlangsung dengan memberikan informasi sesuai dengan pengalaman dan pengetahuannya karena topik  yang diangkat yaitu pengendalian inflasi ditengah pandemi covid-19 melalui ketahanan pangan didaerah,” tuturnya. (BID/IKP/DISKOMINFO)

Share