Wabup : Pentingnya Kedudukan Ulama dan Santri di Masyarakat

Kategori: 

CIDAHU,- Keberadaan ulama dan santri, dewasa ini semakin diharapkan dapat memaksimalkan peran dan fungsinya. Di tengah-tengah arus perubahan yang deras, menyiratkan kehidupan yang hedonis dan materialistis peran ulama dan santri hendaknya lebih diperluas. Ulama tidak saja berdiri di garis terdepan dalam mengokohkan sendi-sendi moral, etika dan spiritual kehidupan berbangsa dan bernegara. Lebih dari itu ulama dan santri diharapkan mampu mencerahkan dan mencerdaskan umat dengan ajaran nilai-nilai islam.

“Saya selaku pemerintah memandang penting kedudukan ulama dan santri di masyarakat. Seperti halnya para ekonom, pebisnis, ilmuwan atau politisi. Ulama dan santri turut serta dalam menentukan keberhasilan bangsa mengatasi permasalahan menuju derajat kesejahteraan yang lebih tinggi,” ujar Wakil Bupati Kuningan, H. M Ridho Suganda, SH., M.Si saat melakukan silaturahmi bersama santri Pondok Pesantren Darul Muta'aliemin, Desa Cihideung Hilir, Kecamatan Cidahu, Rabu (30/12/2020) di Ponpes setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup menyampaikan rasa sukurnya dapat hadir di majelis istimewa, karena tujuan silaturahmi tersebut adalah sebagai wahana bersatunya antara ulama dan umara dalam mewujudkan kehidupan berbangsa yang harmonis, religius, dan sejahtera.

Selain itu, Wabup juga mengingatkan tentang bahaya Covid-19 yang masih mengancam dan menjadi masalah diseluruh dunia termasuk Indonesia. Menurutnya, selain berdampak buruk bagi kesehatan, Covid-19 juga telah menimbulkan dampak buruk disektor perekonomian.

“Saat ini, seluruh santri sudah boleh kembali ke pondok masing-masing setelah sebelumnya dipulangkan untuk mencegah penularan Covid-19. Begitupun di Kabupaten Kuningan, Pondok Pesantren sudah mulai menerima kembali santrinya yang melakukan aktivitas mondok pada masa adaptasi kebiasaan baru,” imbuh Wabup.

Selanjutnya Wabup meminta, agar setiap Pondok Pesantren dan seluruh lembaga pendidikan untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat terutama dalam menerapkan 3 M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Acara silaturahmi yang bertema "Efektivitas Santri Pada Masa Pandemi Covid-19" itu turut dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren, Para Alim Ulama, Para Pengasuh dan Seluruh Keluarga Besar Pondok Pesantren Darul Muta'aliemin. (BID IKP/DISKOMINFO)

Share